Jakarta, Berita Terkini – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran setelah konflik berlangsung selaga tiga minggu.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat 20 Maret 2026 sekaligus menjadi sinyal terkuat terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran.
Namun, ia menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggng jawab negara-negara lain yang juga begantung kepada jalutr tersebut.
Sinyal pengehentian operasi militer.
Trump menyebut Amerika Serikat semakin dekat dengan tujuan utama dalam konflik melawan Iran atau perang Timur Tengah.
Kita semakin dekat untuk mencapat tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah, tulis Trump.
Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan Selat Hormuz masih menjadi efektif tertutup dan ribuan Marinir AS dilaporkan sedang menuju kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Utama
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya menjadi pihak utama yang menjaga Selat Hormuz. Ia meminta negara-negara lain yang menggunakan jalur tersebut untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.
Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang menggunakannya, Amerika Serikat tidak, ujar Trump, dikutiop dari AFP padasabtu 21 Maret 2026.
Sebelumnya, ia juga mengkritik sekutu NATO karena tidak memenuhi seruannya untuk mengamankan jalur minyak startegus tersebut.
Tujuan Perang dan Pernyataan Kontroversial
Trump kembali menegaskan tujuan operasi militer terhadap Iran. Tujuan tersebut guna untuk mencakup mencegah Iran memiliki senjata nuklir, menghancurkan kemampuan militernya, serta melindungi sekutu di kawasan teluk. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump juga menolak opsi Gencatan Senjata.
Sumber : Kompas
Penulis: Achamd Ilham
Editor: Achamd Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026