Menlu Iran Serukan PBB Bertindak Mengutuk Serangan AS-Israel

Bomontebello, Berita Terkini – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragchi telah melakukan percakapan telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov, dan membahas kejahatan sistematis yang di lakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap rakyat Iran selama 37 hari terakhir.

Dalam percakapan telepon pada Minggu 5 April waktu setempat, Aragchi mengutuk serangan berulang AS dan Israel yang menargetkan infrastruktur industri dan produksi Iran, rumah sakit, sekolah, lingkungan perumahan, serta fasilitas nuklir dan pusat-pusat ilmiahnya.

Ia menekankan bahwa serangan-serangan barbar ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan dasar. Menlu Iran itu menuntut tindakan mendesak dari badan-badan internasional terkait, terutama Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional, untuk secara resmi mengutuk kejahatan tersebut dan membawa para agresor ke pengadilan.

Diplomat senior Iran itu juga menyinggung ancaman AS baru-baru ini terhadap fasilitas energi Iran, menyebut retorika provokatif tersebut sebagai pengakuan terbuka atas niat untuk melakukan kejahatan perang.

Dilansir media Iran, Press TV, Senin 6 April 2026), Aragchi mendesak semua anggota berpengaruh Dewan Keamanan PBB untuk mengambil posisi bertanggung jawab yang berakar pada hukum internasional, dan untuk memblokir setiap upaya Amerika Serikat untuk menyalahgunakan Dewan Keamanan PBB sebagai instrumen untuk agenda ilegalnya.

Sementara itu, Menlu Rusia mengaskan kembali sikap konsisten Moksow dalam mengutuk keras agresi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Lavrov menekankan pentingnya segera menghentikan serangan ilegal terhadap target sipil, khusunya pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, dan mendesak semua pihak untuk memanfaatkan setiap peluang diplomatik untuk mencegah perluasan dan penyebaran konflik.

Percakapan telepon Aragchi dengan Lavrov ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memperbarui ancamannya untuk melepaskan neraka pada Iran, jika negara itu terus menutup Selat Hormuz, dengan mengatakan AS akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan negara tersebut.

Baca Juga : Rudal Iran Hantam Kota Haifa Israel, 2 Orang Tewas dan 2 Orang Hilang

Sumber : Detik News