Jakarta, Berita Terkini – Perangkat Android terus menjadi target utama bagi para peretas, dengan sejumlah celah keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses data pribadi pengguna. Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan keamanan dunia maya, Android masih menyimpan potensi kerentanannya, terutama karena sistem operasi ini mendominasi 80% pasar smartphone global.
Kerentanan yang Sering Dimanfaatkan Peretas
Salah satu celah utama yang sering dimanfaatkan oleh peretas adalah aplikasi dari sumber tidak resmi. Banyak pengguna Android yang tergoda untuk mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store yang tidak melalui proses verifikasi keamanan yang ketat. Hal ini bisa membuka pintu bagi malware dan perangkat lunak berbahaya lainnya yang dapat meretas perangkat dan mencuri informasi pribadi seperti kata sandi, data keuangan, dan pesan pribadi.
Selain itu, beberapa perangkat Android yang tidak mendapatkan pembaruan keamanan secara rutin juga berisiko lebih besar terkena serangan. Update perangkat yang terlambat atau tidak tersedia lagi untuk versi Android lama memungkinkan peretas mengeksploitasi kelemahan yang telah diketahui oleh mereka.
Cara Mencegah Ponsel Android Dibobol
Berikut beberapa tips penting yang dapat membantu pengguna melindungi perangkat Android mereka dari ancaman peretasan:
- Perbarui Sistem Operasi Secara Berkala
Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui perangkat mereka ke versi Android terbaru, karena pembaruan ini sering kali menyertakan patch keamanan yang dapat menutup celah yang dimanfaatkan oleh peretas. Pastikan juga perangkat memiliki pembaruan otomatis agar tidak terlewatkan. - Gunakan Aplikasi Hanya dari Google Play Store
Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, karena aplikasi yang berasal dari luar Play Store sering kali mengandung virus atau malware. Selalu pilih aplikasi yang memiliki rating tinggi dan ulasan yang positif. - Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA)
Untuk menambah lapisan keamanan, aktifkan otentikasi dua faktor pada akun-akun penting seperti email, media sosial, dan aplikasi perbankan. Dengan 2FA, meskipun seseorang berhasil mendapatkan kata sandi Anda, mereka tetap memerlukan kode verifikasi yang dikirimkan ke perangkat lain, seperti ponsel Anda. - Gunakan Kata Sandi yang Kuat
Pastikan bahwa kata sandi yang Anda gunakan untuk membuka perangkat dan akun online cukup kompleks. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau kombinasi angka sederhana. Gunakan password manager untuk menyimpan kata sandi yang sulit diingat. - Instal Aplikasi Keamanan
Menginstal aplikasi keamanan atau antivirus yang dapat memindai dan melindungi perangkat dari ancaman berbahaya dapat sangat membantu. Beberapa aplikasi antivirus menawarkan fitur tambahan seperti pemindaian aplikasi yang diunduh dan perlindungan anti-phishing. - Matikan Pengaturan “Instal Aplikasi dari Sumber Tidak Dikenal”
Pastikan pengaturan di ponsel Anda yang memungkinkan instalasi aplikasi dari sumber luar non-Google Play dimatikan. Caranya adalah dengan pergi ke Pengaturan > Keamanan > Instal aplikasi dari sumber tidak dikenal dan pastikan opsi ini tidak aktif. - Hati-hati dengan Wi-Fi Publik
Wi-Fi publik bisa menjadi perantara yang digunakan peretas untuk mencuri data pribadi Anda. Sebaiknya hindari mengakses informasi sensitif seperti akun perbankan atau email saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik. Gunakan VPN untuk mengenkripsi koneksi Anda jika perlu menggunakan jaringan publik.
Mengenal Ancaman Terbaru: Ransomware dan Phishing
Tidak hanya malware, ancaman lain seperti ransomware dan phishing juga semakin sering menyerang pengguna Android. Dalam serangan ransomware, perangkat Anda dapat terkunci oleh peretas yang meminta tebusan untuk membuka kunci perangkat atau data. Untuk melindungi diri dari serangan semacam ini, hindari mengklik tautan yang tidak dikenal dalam email atau pesan teks.
Sementara itu, serangan phishing memanfaatkan taktik sosial untuk mengelabui pengguna agar memberikan informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit. Periksa dengan cermat email atau pesan yang mengklaim berasal dari lembaga terpercaya, dan pastikan itu benar-benar sah.
Kesimpulan
Meskipun ponsel Android menjadi sasaran utama bagi peretas, mengikuti langkah-langkah keamanan yang tepat dapat membantu pengguna melindungi perangkat mereka dari ancaman digital yang semakin canggih. Jangan anggap remeh pembaruan sistem, dan selalu waspada terhadap aplikasi atau email yang mencurigakan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menjaga data pribadi tetap aman dari potensi peretasan.
Pewarta: Achamd Ilham
Editor: Achamd Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026