Jakarta, Berita Terkini – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi cuaca pada awal periode mudik lebaran 2026. Secara umum kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan relatif kondusif, meski masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan di sejumlah daerah.
Informasi prakiraan cuaca dari BMKG menjadi acuan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Dengan memantau perkembangan kondisi cuaca, pemudik dapat menyiapkan perjalanan lebih aman dan nyaman selama periode Lebaran 2026.
Cuaca Awal Mudik Lebaran Relatif Kondusif
Merujuk siaran pers BMKG pada 14 Maret 2026, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia pada awal periode mudik masih relatif kondusif. Meski demikian, terdapat hujan yang perlu diwaspadai di beberapa wilayah.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap perkembangan kondisi cuaca. Ia juga menekankan pentingnya mengkases informasi dari sumber resmi.
Tetap pantau informasi cuaca darat. lau. dan udara yang terbaru untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG, kata Faisal dalam siaran pers BMKG, Sabtu (14/3/2026).
Menurut BMKG, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan mudik yang aman.
Faktor Atmosfer yang Memicu Potensi Hujan
Selanjutnya, Plt Deputi Bidan Meteorologi Andri Ramdhani menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh beberapa fenomena cuaca global.
Ia menyebut aktivitas Madden Julian Oscillation masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Selain itu, terdapat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang terdeteksi berada di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 20 Maret 2026.
Kombinasi fenomena tersebut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini juga didukung oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.
Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebar berpotensi terjadi pada periode 14 hingga 17 Maret 2026 di sebagian wilayah Sumatera sebagian wilayah Jawa bagian tengah dan timur.
Selanjutnya pada periode 18 hingga 20 maret 2026, peluang hujan juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap memantau perkembangan cuaca di jalur perjalanan.
Potensi Gangguan Transportasi Laut-Udara
BMKG juga mengidentifikasikan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di beberapa jalur penerbangan. Awan tersebut berpotensi muncul terutama di wilayah Laut Maluku dan bagian utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diperkirakan mencapai lebih dari 75 persen sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perariran Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut, ujar Andri Ramdhani dalam siaran pers BMKG.
Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026 di sejumlah wilayah.
Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah. Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Kalimantan.
Imbauan Pantau Cuaca dan Kewaspadaan
Plh Direktur Meteorolgi Publik BMKG ida Pramuwardani menghimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca sebelum memulai perjalanan mudik.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi infoBMKG atau situs resmi BMKG untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca yang terbaru dan akurat.
Selain itu, pemudik juga dianjurkan menyiapkan perlengkapan darurat serta meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara dalam kondisi hujan. Masyarakat juga perlu memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiki hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.
BMKG juga mengajak masyarakat tetap tenang dan manya mempercayai informasi cuaca dari kanal resmi pemerintah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Penulis: Achamd Ilham
Editor: Achamd Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026