Jakarta, Berita Terkini – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terpancing isu-isu sensitif, terutama terkait konflik global yang dapat menganggu stabilitas keamanan nasional utamanya di momen Idul Fitri 2026.
Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita, kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia rakyat Indonesia harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin bangsa, kepada pemerintah dan kepada Presiden.
Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah, katanya.
Muzani mengatakan sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah, negara Indonesia atas kepemimpinan Presiden Prabowo sangat responsif untuk berperan aktif mengehentikan perang.
Meskipun implikasi atas sikap Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace (BoP) menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia.
Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaannya, ujarnya,
Merespons dinamika perang antara AS-Israel dengan Iran, Muzani berharap menjelang Hari Raya Idul Fitri ini negara-negara kawasan Teluk Persia untuk menahan diri agar peperangan tidak bergejolak dan meluas.
Menurutnya, meredanya intensitas perang akan memberikan jaminan bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan aman dan damai.
Oleh karena itu, Muzani menghimbau agar perang AS-Israel dengan Iran bisa dihentikan.
Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara di Teluk Persia bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idul Fitri dengan aman dan damai, katanya.
Jika perang dihentikan, kata dia, maka kesulitan global seperti krisis minyak akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia. Apalagi, umat Islam dalam waktu dekat akan melaksanakan Ibadah Haji.
Karena itu, lanjut dia, penting bagi seluruh negara untuk berdialog mengedepankan diplomasi sebagai kunci menuju perdamaian.
Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keaadan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog diplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian, ujarnya.
Sumber : ANTARA
Penulis: Achamd Ilham
Editor: Achamd Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026
Baca Juga : Seskab Diskusi Dengan Yovie-Raffi Ingin Menjadikan Bahasa Indonesia Mendunia