Longsor Sampah di Bantargebang Kembali Terjadi, Soroti Krisis Pengelolaan Sampah Jakarta

BERITA TERKINI, JAKARTA – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden longsor tumpukan sampah yang menimbulkan korban jiwa serta memunculkan kekhawatiran baru terkait kondisi tempat pembuangan sampah terbesar milik DKI Jakarta tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Bantargebang dalam beberapa hari terakhir, yang membuat struktur tumpukan sampah menjadi tidak stabil. Gunungan sampah yang menjulang puluhan meter itu tiba-tiba runtuh dan menimbun sejumlah orang yang berada di sekitar area pembuangan tersebut, termasuk pemulung dan pekerja di lokasi.

Korban Jiwa dalam Insiden Longsor Sampah

Proses evakuasi korban jiwa yang di akibatkan longsor di Bantargebang

Menurut informasi, tim penyelamat bersama petugas BPBD, polisi, serta relawan langsung melakukan proses pencarian terhadap korban yang tertimbun longsoran sampah. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa hari karena kondisi tumpukan sampah yang sangat tebal dan sulit digali.

Dalam operasi pencarian tersebut, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor sampah. Para korban terdiri dari pemulung serta pekerja yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di kawasan TPST Bantargebang yang selama ini dikenal memiliki risiko tinggi karena kondisi tumpukan sampah yang sangat besar.

Gunung Sampah yang Terus Bertambah

TPST Bantargebang telah menjadi tempat pembuangan utama sampah di jakarta sejak akhir 1980-an. Setiap harinya, ribuan truk sampah dari berbagai wilayah ibu kota datang membawa limbah rumah tangga, plastik, sisa makanan, hingga berbagai jenis sampah lainnya

Diperkirakan lebih dari 7.000 ton sampah perhari dibuang ke lokasi ini. Akibatnya, tumpukan sampah di Bantargebang kini membentuk gunungan raksasa yang tingginya mencapai sekitar 45 meter.

Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir terhadap potensi longsor atau kecelakaan lainnya, terutama saat musim hujan ketika struktur sampah menjadi lebih berat dan tidak stabil.

Warga Sekitar Keluhkan Dampak Lingkungan

Selain persoalan keselamatan kerja, keberadaan TPST Bantargebang juga menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar. Warga yang tinggal di kawasan Bantargebang dan sekitarnya kerap mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah, terutama saat cuaca panas.

Selain itu, air lindi atau cairan hasil pembusukan sampah juga berpotensi mencemari tanah sumber air disekitar lokasi. Kondisi ini membuat sebagian warga khawatir terhadap dampak kesehatan jangka panjang.

Meskipun demikian, banyak masyarakat di sekitar Bantargebang yang menggantungkan hidup dari aktivitas pemilahan sampah dan daur ulang, sehingga kawasan ini juga menjadi sumber pencaharian bagi ribuan pemulung.

Baca juga artikel ini : Saat Peringatan Prabowo soal Sampah Bantargebang Jadi Kenyataan: Ancaman Lingkungan yang Semakin Nyata

Pemerintah Diminta Percepat Solusi

Insiden longsor yang terjadi kembali memunculkan desakan kepada pemerintah untuk segera mencari solusi jangka panjang dalam penglolaan sampah Jakarta. Banyak pengamat lingkungan menilai bahwa ketergantungan terhadap satu tempat pembuangan sampah sudah tidak lagi efektif.

Beberapa rencana telah disiapkan, termasuk pembuangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) serta peningkatan program pemilahan sampah dari tumah tangga.

Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan daur ulang agar volume sampah yang masuk ke Bantargebang dapat berkurang.

Krisis Sampah Jakarta yang Harus Segera Ditangani

Kasus longsor di Bantargebang menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di Jakarta masih menjadi masalah yang serius yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat serta gaya hidup masyarakat yang menghasilkan banyak limbah, pengelolaan sampah harus dilakukan lebih modern dan terintegrasi.

Jika tidak ditangani, kondisi TPST Bantargebang yang semakin penuh dikhawatirkan akan menimbulkan risiko yang lebih besar di masa depan, baik dari sisi lingkungkan maupun keselamatan masyarakat yang bekerja di sekitar lokasi tersebut.

Penulis: Achmad Ilham
Editor: Achmad Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026