Jakarta, Berita Terkini – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, diserang menggunakan air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026). Akibarnya, Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Koordinator Badan Pekerja Kontras, Dimas Bagus Arya menceritakan kronologinya. Peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman sinar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) yang bertajuk “Rimiliterisme dan Judical Review di Indonesia” Podcast rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.
Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara media. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%, ujar Dimas seperti dikutip dari keterangan diterima, Jum’at (13/3/2026).
Dimas menduga tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM. Seharusnya, pejuang HAM dilindungi. Sesuai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM.
Baca Juga Artikel Lainnya : MENGGILAA!! Rp 1,6 M dari Bandar Sabu Ditaruh Depan Ruang AKBP Didik dalam Kresek
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil,” tegas Dimas.
Dia mendesak aparat kepolisian turun tangan menyelidiki kasus ini. Pelaku harus terungkap, termasuk motifnya melakukan penyerangan.
Penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia, tutupnya.
Pewarta: Achamd Ilham
Editor: Achamd Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026