Jakarta, Berita Terkini – Mentri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta Polri untuk mengungkap aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerang di lapangan, ujar Yusril.
Yusril juga menyampaikan, pola serangan terhadap Andrie menunjukkan indikasi adanya perencanaan yang terorganisasi.
Maka dari itu proses penegak hukum utidak boleh berhenti pada tingkat pelaku di lapangan saja.
Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik, sambutnya.
Yusril juga mengatakan, penyiraman air keras terhadap aktivitis KontraS merupakan serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegak hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
Dia mengingatkan bahwa aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, mengingat penegak HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi.
Dalam negara demokrasi, setiap pihak harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati perbedaan pandangan.
Dia pun menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM ridak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun.
Dalam demokrasi, setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi, jelas Yusril.
Yusril turut menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang tinggi dalam menjunjng hukum, demokrasi, dan HAM.
Pemerintah tidak akan pernah memberi toleransi terhadap tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, baik terhadap aktivis maupun siapa saja, meskipun berbeda pendapat atau bahkan berseberangan dengan pemerintah.
Seperti yang Anda lihat, Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka di Istana. Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada aktivis atau siapapun juga, sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada kami (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andire Yunus sedang mengendarai sepeda motor di jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di loaksi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluartan tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku keduay ang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban.
Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
Penulis: Achmad Ilham
Editor: Achmad Ilham
Copyright © Berita Terkini 2026